Anggriawan Blog's
I'm a Chelsea FC Fans and Warga PSHT 2014.
Rabu, 02 September 2015
Rabu, 26 Agustus 2015
Tugas Kelompok MPAEA 2015
Senin, 24 Agustus 2015
Kamis, 20 Agustus 2015
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha bagi Mahasiswa Ekonomi
Tahun 2015 dicanangkan sebagai tahun awal Masyarakat
Ekonomi ASEAN. Itu berarti, semua masyarakat Asean dapat mencari pekerjaan di
negara tetangga secara bebas. Masyarakat dapat mendapat pekerjaan sesuai kemampuan
dan keahlian mereka. Sebelum adanya kebijakan MEA, masyarakat sulit mendapatkan
pekerjaan yang sesuai, terutama mereka yang menginginkan bekerja di perusahaan
multinasional atau perusahaan yang berlokasi di negara lain karena kendala
bahasa atau kewarganegaraan. Namun kini, dengan adanya kebijakan MEA, persoalan
itu dapat teratasi. Namun ternyata menimbulkan permasalahan baru, khusunya
permasalahan untuk para pemuda Indonesia lulusan sarjana Ekonomi.
Indonesia mencetak sarjana Ekonomi dalam jumlah yang
sangat besar setiap tahunnya. Hal ini ternyata tidak diimbangi dengan kondisi
di lapangan. Perusahaan banyak membuka lowongan pekerjaan,namun hanya sedikit
sarjana Ekonomi yang terserap. Mengapa hal itu bisa terjadi?. Selain karena
kualifikasi pelamar kerja yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan,
banyak pula posisi-posisi strategis yang seharusnya bisa diisi oleh sarjana
Ekonomi negara Indonesia, diisi oleh masyarakat negara tetangga yang tentunya
lebih unggul dari segi bahasa dan koneksi. Hal ini yang menyebabkan kita sering
menjumpai sarjana Ekonomi yang menganggur atau bekerja tidak sesuai dengan apa
yang dipelajari di bangku kuliah. Hal ini tentu meresahkan bagi mahasiswa
jurusan Ekonomi.
Untuk itu perlu ada inovasi dalam mengaplikasikan
ilmu yang didapat mahasiswa. Perlu ada revolusi pemikiran. Bahwa mahasiswa
kuliah bukan untuk mencari pekerjaan, namun untuk menciptakan pekerjaan. Bahwa
mahasiswa berkuliah bukan untuk berlomba-lomba lulus lebih dulu, namun
berlomba-lomba membangun koneksi seluas mungkin. Dan setelah lulus dari
perguruan tinggi tidak harus menjadi abdi negara dan melayani masyarakat namun
harus bisa menciptakan sesuatu yang dicari masyarakat, yang dibutuhkan negara.
Salah satu inovasi itu bernama program wirausaha.
Wirausaha adalah program menciptakan usaha secara mandiri. Usaha tidak harus
berbentuk benda, namun bisa pula pelayanan kepada masyarakat. Sistem
pelaksanaan program wirausaha bebas tergantung mahasiswa yang menjalankannya.
Wirausaha mulai banyak dilirik oleh mahasiswa sebagai inovasi pengaplikasian
ilmu yang mereka dapatkan di perkuliahan, terutama mahasiswa jurusan Ekonomi
karena ilmu yang mereka dapatkan dengan praktik di lapangan tidak jauh berbeda.
Macam-macam usaha yang mereka ciptakan, mulai dari hiasan busana yang murah
hingga pengembangan aplikasi teknologi yang beromzet delapan digit.
Untuk menjadi seorang wirausahawan, diperlukan jiwa
wirausaha yang tinggi. Jiwa seperti apakah yang dibutuhkan? Banyak sekali,
salah satunya adalah berani mengambil resiko. Memulai usaha memerlukan banyak
uang yang dikeluarkan, membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang harus siap
dikorbankan demi suksesnya sebuah usaha. Karena itu, sedikit banyak pengorbanan
harus mahasiswa curahkan demi suksesnya menjadi wirausahawan. Selain itu jiwa
pemimpin diperlukan pula dalam membangun sebuah usaha. Dalam sebuah usaha,
tentu tidak hanya mahasiswa seorang diri dalam membangun dan mengembangkan
usaha. Diperlukan orang lain yang berkompeten dalam bidangnya untuk membantu
mengembangkan usaha. Orang- orang yang membantu itu perlu sekali arahan dari
yang mempunyai usaha tersebut. Disitulah letak pentingnya jiwa pemimpin. Kita,
mahasiswa jurusan Ekonomi akan memimpin orang-orang yang membantu usaha kita.
Menjadi pemimpin sebuah tim, bukan sebagai penguasa sebuah tim. Menjadi seorang
yang ikut membantu tim, bukan hanya menyuruh-nyuruh menunggu usaha yang
dikembangkan menjadi besar.
Menumbuhkan sikap dan jiwa wirausaha sebenarnya
tidaklah sulit, namun memerlukan waktu. Diperlukan waktu agar mahasiswa dapat
lebih disiplin, lebih berjiwa pemimpin dan tidak mementingkan urusan pribadi.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara berlatih dari sesuatu yang terkecil.
Lalu adakah pengaruh melakukan kegiatan wirausaha
terhadap jiwa mahasiswa jurusan Ekonomi? Tentu ada. Dengan kegiatan wirausaha,
mahasiswa dapat menumbuhkan sikap pemimpin, rela berkorban untuk kepentingan
masyarakat, mencari solusi secara cepat dan tepat dan masih banyak lagi.
Jiwa-jiwa seperti itu sangat dibutuhkan mahasiswa dalam menghadapi kehidupan
sebenarnya.
Jiwa pemimpin disini ialah bukan hanya yang
menyuruh-nyuruh seseorang, tetapi jiwa pemimpin disini ialah jiwa yang mampu
membangkitkan motivasi/semangat para bawahan nya dan juga membantu nya. Dan
biasanya, di dalam jiwa pemimpin terdapat rasa berani mengambil resiko.
Walaupun dia gagal, dia akan terus bangkit. Tidak hanya bangkit, tetapi juga
akan lebih memperbaiki lagi.
Cara menumbuhkan jiwa entrepreneur dapat dilakukan
dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan. Dan dapat juga meminta saran kepada
yang berpengalaman. Tetapi semua itu akan percuma jika kita tidak
bersungguh-sungguh melakukannya.
Oleh karena itu, Para mahasiswa ekonomi diajak untuk
lebih giat belajar maupun bersungguh-sungguh berlatih untuk menumbuhkan jiwa
entrepreneur itu sendiri. Para mahasiswa pun turut bisa mengembangkan ide-ide,
inovasi, dan kreativitas agar dapat mampu bersaing diantara mahasiswa-mahasiswa
lainnya. Dan paling penting adalah berusaha dan berdoa agar dapat menjadi
seseorang berjiwa wirausaha.
Langganan:
Postingan (Atom)
About LeetPress
Mengenai Saya
Popular Posts
-
http://www.mediafire.com/download/x01m42a4fnl0p1y/Jeff+Madura.pdf
Formulir Kontak
About
Anggri413@gmail.com
Pages
My Contact
FB : Anggriawan Oktobisono III
Twitter : Anggriawan_17
IG : Anggriawan_oktobisono
Path : Anggriawan
Ask.fm : Anggriawan
Popular Posts
-
http://www.mediafire.com/download/x01m42a4fnl0p1y/Jeff+Madura.pdf